Togel Aman Paling Aman Terpercaya Bonafit halototo' haloqq' haloqq' haloqq'

Polisi Tangkap 80 Orang di Medan karena Positif Narkoba

Medan– Sebanyak 80 orang diamankan polisi dari sejumlah lokasi tempat hiburan malam di Medan, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (22/10).

“Mereka yang diamankan positif menggunakan narkoba,” ujar Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Medan, AKBP Doni Satria Sembiring.

Doni mengatakan, lokasi tempat hiburan malam dan pengunjungnya yang paling banyak diamankan terdapat di Discotek Lee Garden, Jalan Nibung Raya Medan.

“Ada 63 orang yang diamankan dari dalam lokasi itu. Rinciannya, 43 pria dan 20 orang wanita muda. Dari tempat hiburan di Delta ada 9 wanita dan 2 pria diamankan,” jelasnya.

Ditambahkan, polisi juga mengamankan 4 wanita dan seorang pria dari Bar Pronto. Polisi tidak menemukan pengunjung yang positif narkoba dari Discotek Super dan D’Blues.

“Kita menggelar razia ini untuk menekan peredaran narkoba, di mana tempat hiburan malam merupakan salah satu sasaran peredaran,” sebutnya.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) meringkus dua tersangka pemasok ganja dari Aceh di Jalan Sisingamangaraja Medan. Polisi menyita 48 bal ganja kering yang akan dikirim ke Bukit Tinggi, Sumatera Barat (Sumbar).

“Kedua tersangka bernama Fajri bin Abakal (18) dan Abdullah (20), keduanya warga Jalan Masjid Palimbang, Desa TP Panah Dusun Poteumeurehom, Kecamatan Palimbang, Bireun,” ujar Kasubdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Faisal Napitupulu.

Faisal mengatakan, penangkapan oleh petugas terhadap kedua tersangka, yang salah seorangnya masih berstatus sebagai pelajar di Aceh tersebut, dilakukan di depan loket bus Antar Lintas Sumatera (ALS). Barang haram itu ditotal seberat 48 kilogram (Kg).

“Setiap bal ganja yang disita memiliki berat 1 kg. Mereka bawa dari Aceh dengan angkutan L 300 kemudian berhenti di Pangkalan Brandan di Kabupaten Langkat dan dilanjutkan ke Medan. Barang bukti itu dimasukkan ke dalam dua koper ukuran besar,” katanya.

Menurutnya, kedua pelaku dijerat Pasal 111 Ayat (2) jo Pasal 132 UU No 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Dalam pemeriksaan sementara, kedua tersangka mengaku hanya sebagai kurir yang disuruh oleh Abdullah (buron). Abdullah menjanjikan akan memberikan imbalan sebesar Rp 400.000 per kilogram jika kedua tersangka berhasil mengantarkan ganja sampai Bukit Tinggi.

“Saya terpaksa melakukan ini karena ayah dan adik saya sedang sakit. Saya bersedia membawa ganja atas suruhan Abdullah yang berusia sekitar 45 tahun. Dia yang membantu perobatan adik saya yang mengalami kecelakaan,” ujar seorang tersangka, Fajri.

Fajri juga mengaku tidak mengetahui jumlah ganja yang mau dipasok ke Bukit Tinggi tersebut. Harapannya, setelah berhasil meloloskan barang terlarang itu, dirinya bisa melunasi utang keluarga kepada Abdullah.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *